Sebelum hukuman eksekusi mati: "Semangat yang saya menghantui"


Sebelum hukuman eksekusi mati: "Semangat yang saya menghantui" -
Jelang Eksekusi Hukuman Mati: “Arwah Saya akan Gentayangan”
Masukkan penalti Eksekusi Mati: "Semangat yang saya akan menghantui "
Iklan

Indoberita.com - Menjelang eksekusi , seorang narapidana mengatakan bahwa pikirannya berkelana untuk menuntut keadilan bagi dirinya. Yang mengatakan itu adalah salah satu dari para tahanan yang akan dieksekusi, bernama Zainal Abidin. Dia adalah satu-satunya warga negara Indonesia (warga negara) harus dijalankan dengan Duo Bali Nine tahap kedua ini.

Menjelang eksekusi, Zainal masih menuntut keadilan baginya. Dia mengatakan hukuman mati terhadap keputusan yang tidak adil. Oleh karena itu, ia merasa terjebak oleh mafia narkoba yang sendirian.

Iklan

ini cerita satu hari pada tahun 01 ketika tidur Zainal lalu seorang teman Aldo nama lisensi di daerah pemilihannya. Ini seperti membawa tiga karung beras. Tapi itu di kantong bukan beras, tapi 58,7 kg ganja. Ketika temannya ditangkap, Zainal juga membantu polisi diseret ke penjara.

"Saya tidak bisa menerima perlakuan ini. Hukum adalah tidak adil bagi saya. Untuk orang-orang kecil seperti saya," kata Zainal dalam sebuah surat yang ditulis pada 5 Maret itu.

Dalam usahanya untuk melarikan diri dari hukuman mati, Zainal mencoba untuk mencari grasi, tapi sayangnya, permohonannya ditolak Presiden Joko Widodo. Upaya ini merupakan upaya terakhir setelah beberapa kali mencoba, tapi selalu sia-sia. Jadi sebelum pembunuhan, ia mengatakan bahwa balas dendam terhadap mereka yang bersalah.

Iklan
Jelang Eksekusi Hukuman Mati: “Arwah Saya akan Gentayangan”
datang penalti Eksekusi Mati: "Semangat saya akan menghantui"

0 Response to "Sebelum hukuman eksekusi mati: "Semangat yang saya menghantui""

Post a Comment